Kamis, 07 Mei 2020

Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dan Dukungan Akademik Terhadap Niat Kewirausahaan Mahasiswa


Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dan Dukungan Akademik Terhadap Niat Kewirausahaan Mahasiswa

Lallo
Program Pascasarjana STKIP Pembangunan Indonesia Makassar


Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik terhadap niat kewirausahaan mahasiswa. Data dari 74 mahasiswa Institut Bisnis dan Multimedia ‘asmi’ digunakan untuk menguji model hipotesis. Penelitian menggunakan teknik saturation sampling dan pengumpulan data dengan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat kewirausahaan mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis dengan temuan bahwa pendidikan kewirausahaan merupakan variabel explanatory yang berguna di Indonesia. Selain itu, implikasi manajerial atas hasil penelitian menyarankan pada lembaga pendidikan untuk mempertimbangkan pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik sebagai faktor yang cukup penting untuk mendorong minat mahasiswa dalam berwirausaha.

Kata Kunci: Dukungan Akademik, Entrepreneurial Intention, Entrepreneurship Education.

Abstract - This study aims to analyze the effect of entrepreneurship education and academic support on students' entrepreneurial intentions. Data from 74 students of the Business and Multimedia Institute "asmi" were used to test the hypothesis model. The study used saturation sampling techniques and data collection with questionnaires. The data analysis technique uses multiple linear regression. The results show that entrepreneurship education and academic support have a positive and significant effect on students' entrepreneurial intentions, both partially and simultaneously. The results of this study have practical implications with the finding that entrepreneurial education is an explanatory variable that is useful in Indonesia. In addition, the managerial implications of the results of the study suggest that educational institutions to consider entrepreneurship education and academic support are important factors to encourage student interest in entrepreneurship.
Keywords: Academic Support, Entrepreneurial Intention, Entrepreneurship Education.





PENDAHULUAN

 Salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah dalam menopang pembangunan ekonomi yaitu mem-berdayakan dan menumbuhkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai basic pembangunan ekonomi kerakyatan. Sejarah telah menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia tetap eksis dan berkembang meski terjadi krisis ekonomi (Alyas and Muhammad Rakib. 2017) . Dalam hal ini peranan akademik sangatlah penting dalam hal memfasilitasi dan memberikan wadah bagi para mahasiswa, karena tidaklah cukup hanya mengandalkan langkah pemerintah untuk membuka banyak lapangan kerja baru sepertinya tidak banyak membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh setiap lembaga pendidikan untuk menjadi lembaga pendidikan yang lebih fokus menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif yang mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja. Karena itu, lembaga pendidikan harus mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kurikulum pendidikan kewirausahaan harus disusun sedemikian rupa untuk menjawab tuntutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) (Rakib 2016) . Menurut data BPS terbaru 2018, hampir 8% dari total 7 juta lebih sarjana menganggur. Angka ini meningkat 1,13% dari tahun 2017. Namun menurut Kemenristek Dikti, di tahun 2017 sarjana pengangguran mencapai 8,8%. Jumlahnya mencapai lebih dari 630 ribu orang.

Kengembangan kewirausahaan pada kalangan mahasiswa memerlukan ragam terobosan jitu yang tepat guna dan tepat sasaran (Santosa and Soedirman 2014). Lapangan perkerjaan yang terbatas mengharuskan lulusan perguruan tinggi berani untuk memulai. Terdapat 630 ribu lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur dari total pengangguran 7,17 juta orang. Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan, maka perguruan tinggi bertanggung jawab untuk mendidik dan memberikan kemampuan berwirausaha kepada lulusannya dan memberikan motivasi agar berani memilih berwirausaha sebagai karir mereka. Masalah sumber daya manusia adalah masalah yang kemudian dianggap keduanya dalam bentuk teoretis, tetapi dalam kenyataan; sangat sulit untuk diwujudkan. Ini terkait dengan masalah sumber daya manusia (Zainal et al. 2018)

Permasalahannya bagaimana cara untuk menumbuhkan motivasi berwirausaha yang efektif pada mahasiswa dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi niat mahasiswa untuk memilih karir berwirausaha setelah mereka lulus dari perguruan tinggi. Pentingnya pendidikan kewirausahaan yang diharapkan bisa                memberikan      ilmu pengetahuan kewirausahaan kepada mahasiswa. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merumus-kan konsep pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujud-kan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdikan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masya-rakat, bangsa dan Negara (Yunus and Rakib 2016).  Kesiapan berwirausaha dalam penelitian ini adalah kemauan, keinginan dan kemampuan untuk berwirausaha dalam hal ini bergantung pada tingkat kematangan, pengalaman masa lalu, keadaan mental dan emosi seseorang. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan para maha-siswa perguruan tinggi dipercaya merupakan alter-natif jalan keluar untuk mengurangi tingkat pe-ngangguran, karena para sarjana diharapkan dapat menjadi wirausahawan muda terdidik yang mampu merintis usahanya sendiri (Suharti n.d.)

Dari beberapa elemen manajemen, sumber daya manusia adalah hal yang kemudian sangat
berpengaruh dalam lingkup pekerjaan dan produksi suatu organisasi. Masalah sumber daya manusia adalah merupakan masalah yang kemudian dianggap keduanya dalam bentuk teoretis, tetapi dalam kenyataan; sangat sulit untuk diwujudkan. Ini terkait dengan masalah sumber daya manusia (Zainal et al. 2018) dalam (Saggaf, Salam, Kahar, & Akib, 2014). Melalui pembelajaran kewirausahaan ini, diharapkan agar mahasiswa memiliki jiwa dan mental berwirausaha serta mampu menumbuhkan keinginan untuk menjadi wirausaha setelah lulus. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan menguji pengaruh faktor pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik terhadap niat kewirausahaan mahasiswa Pascasarjana STKIP Pembangunan Indonesia Makassar, sehingga diharapkan dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman bagi pengembangan pembelajaran pendidikan kewirausahaan yang lebih jelas dalam mendorong munculnya lulusan-lulusan yang memilih untuk berkarir sebagai wirausaha.






KAJIAN PUSTAKA

Pendidikan Kewirausahaan

Belajar adalah perubahan permanen dalam pengetahuan individu yang dihasilkan dari pelatihan [1]. Dalam hal ini, para pelaku perusahaan kerajinan logam mulia akan memahami proses pembuatan produk dan pemasaran produk melalui program pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah. Dikatakan bahwa sebagian besar keluarga wirausaha akhirnya membawa anak-anak mereka ke dalam bisnis mereka sejak usia sangat dini untuk membantu mereka menjalankan kegiatan bisnis mereka. Bisnis adalah bagian dari kehidupan mereka [2]. Seperti keluarga wirausaha lainnya, bisnis mereka dijalankan oleh anak-anak mereka, baik perusahaan kecil maupun besar. Orang tua yang memiliki bisnis di bidang kerajinan logam berharga memberikan pengetahuan kepada anak-anak mereka melalui bimbingan. Seorang anak yang mendapatkan pengalaman wirausaha sejak dini akan membantunya mengembangkan keterampilan, kompetensi, dan kepercayaan diri untuk menjadi wirausaha yang sukses [3]. Selain itu, dikatakan bahwa kriteria seorang wirausahawan termasuk kreatif, inovatif, dan mampu mengumpulkan sumber daya dan mengubah peluang menjadi keuntungan dalam kondisi risiko dan ketidakpastian [4]. (Ratnah et al. 2018)
Pendidikan kewirausahaan adalah ilmu yang mempelajari nilai, kemampuan dan perilaku dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Pendidikan kewirausahaan dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) sejati sehingga mengarahkan mereka untuk memilih berwirausaha sebagai pilihan karir (Lestari and Wijaya 2012). Kelemahan pengembangan kewirausahaan pada kalangan mahasiswa pada prinsipnya tidak dapat dilepaskan dari metode pembelajaran yang berlangsung secara umum di perguruan tinggi (Santosa and Soedirman 2014).

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendidikan kewirausahaan adalah: Pembentukan pola pikir mahasiswa untuk menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) sejati; Pembentukan sikap mahasiswa untuk menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) sejati; Sikap, perilaku, dan minat ke arah kewirausahaan seorang mahasiswa dipengaruhi oleh pertimbangan atas berbagai aspek mengenai pilihan karir sebagai wirausahawan (Lestari and Wijaya 2012).
Hasil pendidikan yang bermutu pada hakikatnya berakhir pada kemampuan daya saing. Daya saing atau persaingan/kompetisi merupakan usaha untuk mengalahkan lawan atau berusaha melawan standar internal dan eksternal dalam mencapai tujuan (Wiratno 2012).

Dukungan Akademik

Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999, kebebasan akademik adalah kebebasan yang dimiliki dari setiap anggota sivitas akademika dalam melaksanakan kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung. Kebebasan akademik merupakan implementasi bentuk dalam dukungan akademik kepada mahasiswa. Keberadaan kelembagaan yang bertanggungjawab atas program-program pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu pertimbangan penting bagi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk memberikan dukungan pada perguruan tinggi yang bersangkutan (Wiratno 2012). Indikator dukungan akademik menggunakan skala dari  yaitu: Mengetahui beberapa orang di kampus yang sukses berwirausaha (memulai usaha mereka sendiri); Secara aktif mendorong seseorang untuk mengeluarkan ide-ide mereka sendiri di kampus; Bertemu dengan banyak orang di kampus, yang memiliki ide bagus untuk memulai usaha baru (berwirausaha); ketersediaan dukungan infrastruktur yang baik untuk praktek pendirian usaha baru.


Niat Kewirausahaan (Entrepreneurial Intention)

Minat berwirausaha dalam penelitian ini didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana dalam pikiran mahasiswa Pascasarjana STKIP Pembangunan Indonesia Makassar ada keinginan untuk menciptakan dan menjalankan suatu usaha.
Dengan gencarnya kegiatan pengembangan kewirausahaan di dunia pendidikan yang semula memfokus pada tingkat perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusannya mampu berwirausaha dan tidak menganggur, tetapi kini bahkan mencakup dunia pendidikan yang lebih dini, citra kewirausahaan jauh lebih menonjol alih-alih wirausaha. Minat merupakan wadah yang pengaruh berbagai faktor-faktor motivasi yang mempengaruhi suatu perilaku. Minat juga dapat menunjukkan seberapa keras seseorang berani mencoba, minat menunjukkan seberapa besar keinginan yang direncanakan seseorang untuk dilakukannya dan minat adalah paling dekat berhubungan dengan perilaku selanjutnya .

Minat Berwirausaha

                Secara deduktif dari hasil kajian referensi menunjukkan bahwa sikap, perilaku dan minat kewirausahaan seorang mahasiswa dipengaruhi oleh pertimbangan atas berbagai aspek mengenai pilihan karir sebagai wirausahawan. Pertimbangan atas pilihan karir dapat berbeda-beda tergantung pada persepsi tentang manfaat perilaku tersebut dan persepsi tentang sikap kelompok referensi terhadap perilaku tersebut  (Ratnah et al. 2018) dalam (Fishbein dalam Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, 2005). Sementara itu, menurut (Rakib 2015)  dalam Hisrich (2005: 18) dan Alma (2011: 12), faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha adalah lingkungan pendidikan, kepribadian seseorang dan lingkungan keluarga. Jadi, minat berwirausaha dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk diri, budaya lingkungan, kondisi sosial, dan lainnya Praktek kerja industri adalah bentuk penyediaan pendidikan keahlian profesional, yang menggabungkan secara sistematis dan disinkronkan antara program pendidikan di sekolah dan program eksploitasi yang diperoleh melalui bekerja langsung dalam pekerjaan untuk mencapai tingkat keahlian profesional. Di mana keahlian profesional seperti itu hanya dapat dibangun melalui tiga elemen utama, yaitu sains, teknik, dan tip. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan di mana pun kita berada, sementara masalah tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikendalikan melalui proses melakukan langsung untuk bekerja di bidang profesi itu sendiri.     

METODE

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Pasca sarjana STKIP Pembangunan Indonesia Makassar mata kuliah kewirausahaan semester genap tahun 2019/2020 yang berjumlah 45 orang.

Adapun alasan pemilihan populasi adalah bahwa mahasiswa tersebut sudah mengikuti matakuliah kewirausahaan. Selain itu mahasiswa Program Pasca sarjana kelas reguler, sebagian kecil belum bekerja secara tetap. Teknik sampling yang digunakan adalah saturation sampling yaitu berusaha untuk mendapatkan data dari seluruh anggota populasi yang ada. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner, yang terbagi dalam 3 bagian: pendidikan kewirausahaan, dukungan akademik dan niat kewirausahaan. Dalam pengukuran variabel pendidikan kewirausahaan, responden diminta untuk menjawab 3 item pernyataan terkait dengan pendidikan kewirausahaan yang pernah dijalaninya. Hipotesis penelitian akan diuji dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik-turunkan nilainya) (Lestari and Wijaya 2012) dalam Sugiyono (2009). yang terdiri dari 4 item pernyataan, untuk mengukur variabel niat kewirausahaan (entrepreneurial intention), responden diminta menentukan tingkat keinginan untuk mendirikan usaha sendiri setelah lulus dengan 3 item pernyataan yang menunjukkan tingkat intensi mereka untuk berwirausaha. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, dilakukan uji terhadap penyimpangan asumsi klasik yang meliputi: uji multikolinearitas, uji normalitas dan uji heterokesdastisitas. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan data terdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Setelah itu dilanjutkan dengan pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda. (Aryaningtyas and Palupiningtyas 2017).
Beberapa  hipotesis  yang  akan  diuji dalam penelitian ini: Pendidikan kewirausahaan berpengaruh terhadap niat kewirausahaan mahasiswa, dukungan akademik berpengaruh terhadap niat kewirausahaan mahasiswa, pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik secara bersama-sama berpengaruh terhadap niat kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini juga akan melakukan uji terhadap penyimpangan asumsi klasik yaitu: uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heterokesdastisitas.

PEMBAHASAN
Hasil Pengujian Asumsi Klasik
Uji Normalitas

Untuk memastikan data yang diuji terdistribusi dengan normal, maka dilakukan pengujian Normalitas. Adapun dalam pengujian ini menggunakan atau berdasarkan diagram histogram.













Gambar 1 Uji Normalitas

Dari diagram histogram tersebut, dapat dilihat bahwa diagram membentuk kurva normal dan sebagian besar bar/batang berada di bawah kurva. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel yang diuji terdistribusi secara normal di dalam pengujian Normalitas.

Uji Multikolinearitas

Pada Uji Multikolinearitas ini, akan digunakan 2 pengujian yang berdasarkan Tabel Correlations dan Tabel Coefficients, untuk menentukan ada atau tidaknya gejala Multikolinearitas yang terjadi dari penelitian ini.

Tabel 1. Correlations
Correlations


Y
X1
X2

Pearson
Y
1,000
-,400
-,193

Correlation





X1
-,400
1,000
-,183




X2
-,193
-,183
1,000

Sig. (1-tailed)
Y
.
,000
,050








X1
,000
.
,059


X2
,050
,059
.

N
Y
74
74
74








X1
74
74
74


X2
74
74
74


Berdasarkan tabel correlations tersebut, diketahui bahwa nilai correlation dari variabel X1 = -0,183 dan nilai correlation (r) dari variabel X2 = -0,193, yang nilai-nilai tersebut berdasarkan tabel representasi koefien korelasi, r (X1) < 0,8 dan r (X2) <0,8. Dapat disimpulkan tidak terdeteksi adanya gejala Multikolinearitas.

Tabel 2. Coefficient
Coefficientsa


Unstandardized
Standardized




Coefficients
Coefficients





Std.



Model
B
Error
Beta
t
Sig.
1
(Constant)
7,951
,788

10,090
,000

X1
-,461
,108
-,450
-4,258
,000








X2
-,298
,114
-,276
-2,607
,011
Berdasarkan tabel coefficients tersebut dapat ditentukan bahwa nilai Standard Error dari variabel X1 sebesar 0,108 dan nilai Standard Error dari variabel X2 sebesar 0,114. Karenga nilai Standard Error variabel X1 < 1 dan nilai Standard Error variabel X2 < 1, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdeteksi adanya gejala Multikolinearitas yang terjadi.

Kesimpulannya, dari 2 pengujian tersebut dapat dikatakan bahwa tidak terdapat masalah Multikoliniearitas yang terjadi, dan dapat dikatakan Reliable, handal, serta kebal terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada variabel lainnya di dalam model regresi berganda.

Uji Heteroskesdastisitas

Pada pengujian Heteroskedastisitas menggunakan metode grafik Scatter Plot.













Gambar 2. Uji Heteroskesdastisitas

Berdasarkan grafik tersebut, tidak adanya pola yang terbentuk, dan penyebaran titik-titik menyebar di bagian atas dan bagian bawah pada titik sumbu Y. Dapat disimpulkan tidak ada gangguan asumsi Heteroskedastisitas.

Hasil Pengujian Hipotesis

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan program aplikasi SPSS 22.

Tabel 3. Model Summary
Model Summaryb





Std. Error



R
Adjusted
of the

Model
R
Square
R Square
Estimate

1
,781a
,609
,568
,13530

Berdasarkan tabel Model Summary tersebut, menjelaskan besarnya nilai korelasi

/      hubungan (R) yaitu sebesar 0,781 dan dijelaskan besarnya prosentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut koefisien penentu (determinasi) yang merupakan hasil dari penguadratan R. Dari output tersebut diperoleh koefisien penentu (R2) sebesar 0,609 atau 60,9%. yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel pengaruh pendidikan kewiraushaan (X1) dan dukungan akademik (X2) terhadap variabel niat kewirausahaan mahasiswa (Y) adalah sebesar 86,47%, sisanya adalah faktor-faktor yang belum diteliti.

Selanjutnya untuk mengetahui berpengaruh tidaknya variabel indepen terhadap dependen di representasikan pada tabel Anova.

Tabel 4. Anova

ANOVAa




Sum of

Mean



Model
Squares
df
Square
F
Sig.

1
Regression
1,885
7
,269
14,708
,000b










Residual
1,208
66
,018












Total
3,093
73












Berdasarkan tabel Anova nilai sig. tertera sebesar 0,000 dapat disimpulkan bahwa variabel X1 dan X2 berpengaruh secara bersamaan terhadap Y. Hal ini dengan mengikuti taraf sig. 0,05 sebagai nilai cut off dari nilai signifikansi.

Analisis Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dan Dukungan Akademik Terhadap Niat Kewirausahaan Mahasiswa

Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa, pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat kewirausahaan mahasiswa secara parsial maupun secara simultan. Hasil ini memiliki implikasi praktis dengan temuan bahwa pendidikan kewirausahaan merupakan variabel yang berguna di Indonesia. Lembaga pendidikan di Indonesia dapat mempertimbangkan pendidikan                kewirausahaan                sebagai
pembelajaran untuk mendidik dan memberikan kemampuan berwirausaha kepada para lulusan dan dapat memberikan motivasi untuk berani memilih berwirausaha sebagai karir nantinya. Hasil pengujian ini juga memperkuat pentingnya dukungan bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Dukungan akademik yang tinggi dapat menumbuhkan motivasi berwirausaha yang efektif di kalangan mahasiswa, sehingga diharapkan dapat mendorong munculnya lulusan yang berani untuk memilih karir sebagai wirausaha dan dapat memecahkan permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat kewirausahaan mahasiswa secara parsial maupun secara simultan. Hasil ini memiliki implikasi praktis dengan temuan bahwa pendidikan kewirausahaan merupakan variabel yang berguna di Indonesia. Hasil penelitian ini juga memperkuat pentingnya dukungan bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Dukungan akademik yang tinggi dapat menumbuhkan motivasi berwirausaha yang efektif di kalangan mahasiswa sehingga diharapkan dapat mendorong munculnya lulusan yang memilih untuk berkarir sebagai wirausaha dan dalam jangka panjang diharapkan akan dapat memecahkan permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.


Penelitian                    ini        masih        memiliki kelemahan karena adanya beberapa keterbatasan, antara lain karena penelitian ini hanya dilakukan pada lokasi penelitian yang terbatas. Oleh karena itu ada beberapa pengembangan yang dapat dilakukan dalam penelitian-penelitian selanjutnya antara lain masih perlu dilakukan penelitian pada aspek yang sama pada sampel yang berbeda untuk mengetahui konsistensi hasil penelitian ini. Selain itu dapat dilakukan uji ulang penelitian ini dengan menambahkan variabel-variabel lain yang berpengaruh dan belum digunakan dalam penelitian ini atau dengan menggunakan metode yang berbeda untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan hasil yang lebih akurat.


DAFTAR PUSTAKA


Alyas and Muhammad Rakib -. 2017. “Strategi Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah Dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan (Studi Kasus Pada Usaha Roti Maros Di Kabupaten Maros).” Sosiohumaniora 19(2):114–20.
Aryaningtyas, Aurilia Triani, and Dyah Palupiningtyas. 2017. “Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Dan Dukungan Akademik Terhadap Niat Kewirausahaan Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa STIEPARI Semarang).” Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis 18(2):140.
Lestari, Retno, and Trisnadi Wijaya. 2012. “Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Di STIE MDP, STMIK MDP, Dan STIE MUSI.” Forum Bisnis Dan Kewirausahaan Jurnal Ilmiah STIE MDP 1(2):112–19.
Rakib, Mohammad. 2016. “Entrepreneurship Education Development In Dealing Asean Economic Community.” Proceedings of ICMSTEA 2016 (October):280–85.
Rakib, Muhammad. 2015. “Effect of Industrial Work Practice and Family Environment on Interest in Entrepreneurship to Students of Vocational High School.” Journal of Education and Vocational Research 6(4):31–37.
Ratnah, S., Amiruddin Tawe, Abdi Akbar, and Muhammad Rakib. 2018. “The Effect of Entrepreneurial Learning on Business Performance : A Study on Micro , Small and Medium Precious Metal Craft Enterprises in South Sulawesi.” 20(1):60–65.
Santosa, Imam, and Universitas Jenderal Soedirman. 2014. “Masalah Dan Tantangan Pengembangan.” 3(3).
Suharti, Lieli. n.d. “Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Niat Kewirausahaan ( Entrepreneurial Intention ) ( Studi Terhadap Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana , Salatiga ).”
Wiratno, Siswo. 2012. “Pelaksanaan Pendidikan Kewirausahaan Di Pendidikan Tinggi.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 18(4):454.
Yunus, Muchtar, and Muhammad Rakib. 2016. “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Pada Mata Pelajaran Ekonomi.” Jurnal Penelitian Pendidikan INSANI 19(2):108–13.
Zainal, Henni, Muhammad Guntur, Muhammad Rakib, and Syurwana Farwita. 2018. “Human Resource Development Strategy Through Education and Training.” 3(3):26–30.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar