Pengaruh Pendidikan
Kewirausahaan dan Dukungan Akademik Terhadap Niat Kewirausahaan Mahasiswa
Lallo
Program
Pascasarjana STKIP Pembangunan Indonesia Makassar
Abstrak
- Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik terhadap niat
kewirausahaan mahasiswa. Data dari 74 mahasiswa Institut Bisnis dan Multimedia
‘asmi’ digunakan untuk menguji model hipotesis. Penelitian menggunakan teknik saturation
sampling dan pengumpulan data dengan kuisioner. Teknik analisis data
menggunakan regresi linear berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan
kewirausahaan dan dukungan akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap
niat kewirausahaan mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Hasil
penelitian ini memiliki implikasi praktis dengan temuan bahwa pendidikan
kewirausahaan merupakan variabel explanatory yang berguna di Indonesia. Selain
itu, implikasi manajerial atas hasil penelitian menyarankan pada lembaga
pendidikan untuk mempertimbangkan pendidikan kewirausahaan dan dukungan
akademik sebagai faktor yang cukup penting untuk mendorong minat mahasiswa
dalam berwirausaha.
Kata Kunci: Dukungan
Akademik, Entrepreneurial Intention, Entrepreneurship Education.
Abstract
- This study aims to analyze the effect of entrepreneurship
education and academic support on students' entrepreneurial intentions.
Data from 74 students of the Business and Multimedia Institute "asmi"
were used to test the hypothesis model. The study used saturation sampling
techniques and data collection with questionnaires. The data analysis technique
uses multiple linear regression. The results show that entrepreneurship
education and academic support have a positive and significant effect on
students' entrepreneurial intentions, both partially and simultaneously. The
results of this study have practical implications with the finding that
entrepreneurial education is an explanatory variable that is useful in Indonesia.
In addition, the managerial implications of the results of the study suggest
that educational institutions to consider entrepreneurship education and
academic support are important factors to encourage student interest in
entrepreneurship.
Keywords:
Academic Support, Entrepreneurial Intention, Entrepreneurship Education.
PENDAHULUAN
Salah
satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah dalam menopang pembangunan ekonomi
yaitu mem-berdayakan dan menumbuhkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
sebagai basic pembangunan ekonomi kerakyatan. Sejarah telah menunjukkan
bahwa UMKM di Indonesia tetap eksis dan berkembang meski terjadi krisis ekonomi (Alyas and Muhammad Rakib. 2017) . Dalam hal ini peranan akademik sangatlah penting dalam hal
memfasilitasi dan memberikan wadah bagi para mahasiswa, karena tidaklah cukup
hanya mengandalkan langkah pemerintah untuk membuka banyak lapangan kerja baru
sepertinya tidak banyak membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Ini
merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh setiap lembaga pendidikan untuk
menjadi lembaga pendidikan yang lebih fokus menghasilkan sumber daya manusia
yang kompetitif yang mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja. Karena itu,
lembaga pendidikan harus mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Kurikulum pendidikan kewirausahaan harus disusun sedemikian rupa
untuk menjawab tuntutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) (Rakib 2016) . Menurut data BPS terbaru 2018, hampir 8% dari total 7 juta
lebih sarjana menganggur. Angka ini meningkat 1,13% dari tahun 2017. Namun
menurut Kemenristek Dikti, di tahun 2017 sarjana pengangguran mencapai 8,8%.
Jumlahnya mencapai lebih dari 630 ribu orang.
Kengembangan
kewirausahaan pada kalangan mahasiswa memerlukan ragam terobosan jitu yang
tepat guna dan tepat sasaran (Santosa and
Soedirman 2014). Lapangan
perkerjaan yang terbatas mengharuskan lulusan perguruan tinggi berani untuk
memulai. Terdapat 630 ribu lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur dari
total pengangguran 7,17 juta orang. Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan,
maka perguruan tinggi bertanggung jawab untuk
mendidik dan memberikan kemampuan berwirausaha kepada lulusannya dan memberikan
motivasi agar berani memilih berwirausaha sebagai karir mereka. Masalah sumber
daya manusia adalah masalah yang kemudian dianggap keduanya dalam bentuk
teoretis, tetapi dalam kenyataan; sangat sulit untuk diwujudkan. Ini
terkait dengan masalah sumber daya manusia (Zainal et al. 2018)
Permasalahannya
bagaimana cara untuk menumbuhkan motivasi berwirausaha yang efektif pada mahasiswa dan faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi niat mahasiswa untuk memilih karir berwirausaha setelah
mereka lulus dari perguruan tinggi. Pentingnya pendidikan kewirausahaan yang diharapkan bisa memberikan ilmu pengetahuan kewirausahaan kepada mahasiswa.
Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merumus-kan konsep
pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujud-kan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdikan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masya-rakat, bangsa dan Negara (Yunus and Rakib 2016). Kesiapan berwirausaha dalam penelitian ini adalah
kemauan, keinginan dan kemampuan untuk berwirausaha dalam hal ini bergantung
pada tingkat kematangan, pengalaman masa lalu, keadaan mental dan emosi
seseorang. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan para maha-siswa perguruan tinggi
dipercaya merupakan alter-natif jalan keluar untuk mengurangi tingkat
pe-ngangguran, karena para sarjana diharapkan dapat menjadi wirausahawan muda
terdidik yang mampu merintis usahanya sendiri (Suharti n.d.)
Dari beberapa elemen manajemen,
sumber daya manusia adalah hal yang kemudian sangat
berpengaruh dalam lingkup pekerjaan
dan produksi suatu organisasi. Masalah sumber daya manusia adalah merupakan masalah yang kemudian dianggap
keduanya dalam bentuk teoretis, tetapi dalam kenyataan; sangat sulit untuk
diwujudkan. Ini terkait dengan masalah sumber daya manusia (Zainal et al. 2018) dalam (Saggaf, Salam, Kahar, & Akib, 2014). Melalui
pembelajaran kewirausahaan ini, diharapkan agar mahasiswa memiliki jiwa
dan mental berwirausaha serta mampu menumbuhkan keinginan untuk menjadi
wirausaha setelah lulus. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan
menguji pengaruh faktor pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik terhadap
niat kewirausahaan mahasiswa Pascasarjana
STKIP Pembangunan Indonesia Makassar, sehingga diharapkan dapat
memberikan masukan berdasarkan pengalaman bagi pengembangan
pembelajaran pendidikan kewirausahaan yang lebih jelas dalam mendorong
munculnya lulusan-lulusan yang memilih untuk berkarir sebagai wirausaha.
KAJIAN PUSTAKA
Pendidikan Kewirausahaan
Belajar
adalah perubahan permanen dalam pengetahuan individu yang dihasilkan dari
pelatihan [1]. Dalam hal ini, para pelaku perusahaan kerajinan logam mulia akan
memahami proses pembuatan produk dan pemasaran produk melalui program
pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah. Dikatakan bahwa
sebagian besar keluarga wirausaha akhirnya membawa anak-anak mereka ke dalam
bisnis mereka sejak usia sangat dini untuk membantu mereka menjalankan kegiatan
bisnis mereka. Bisnis adalah bagian dari kehidupan mereka [2]. Seperti keluarga
wirausaha lainnya, bisnis mereka dijalankan oleh anak-anak mereka, baik
perusahaan kecil maupun besar. Orang tua yang memiliki bisnis di bidang
kerajinan logam berharga memberikan pengetahuan kepada anak-anak mereka melalui
bimbingan. Seorang anak yang mendapatkan pengalaman wirausaha sejak dini akan
membantunya mengembangkan keterampilan, kompetensi, dan kepercayaan diri untuk
menjadi wirausaha yang sukses [3]. Selain itu, dikatakan bahwa kriteria seorang
wirausahawan termasuk kreatif, inovatif, dan mampu mengumpulkan sumber daya dan
mengubah peluang menjadi keuntungan dalam kondisi risiko dan ketidakpastian
[4]. (Ratnah et al. 2018)
Pendidikan
kewirausahaan adalah ilmu yang mempelajari nilai, kemampuan dan perilaku dalam
menghadapi berbagai tantangan hidup. Pendidikan kewirausahaan dapat membentuk pola
pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa menjadi
seorang wirausahawan (entrepreneur) sejati sehingga
mengarahkan mereka untuk memilih berwirausaha
sebagai pilihan karir (Lestari and Wijaya 2012). Kelemahan
pengembangan kewirausahaan pada kalangan mahasiswa pada prinsipnya tidak dapat
dilepaskan dari metode pembelajaran yang berlangsung secara umum di perguruan
tinggi (Santosa and Soedirman 2014).
Faktor-faktor
yang berpengaruh terhadap pendidikan kewirausahaan adalah: Pembentukan pola
pikir mahasiswa untuk menjadi seorang wirausahawan
(entrepreneur) sejati; Pembentukan sikap mahasiswa untuk menjadi seorang wirausahawan
(entrepreneur) sejati; Sikap, perilaku, dan minat ke arah kewirausahaan
seorang mahasiswa dipengaruhi oleh pertimbangan atas berbagai aspek mengenai
pilihan karir sebagai wirausahawan (Lestari and Wijaya
2012).
Hasil
pendidikan yang bermutu pada hakikatnya berakhir pada kemampuan
daya saing. Daya saing atau persaingan/kompetisi merupakan usaha
untuk mengalahkan lawan atau berusaha melawan
standar internal dan eksternal dalam mencapai
tujuan (Wiratno 2012).
Dukungan Akademik
Peraturan
Pemerintah No. 60 Tahun 1999, kebebasan akademik adalah kebebasan yang dimiliki
dari setiap anggota sivitas akademika dalam melaksanakan kegiatan yang terkait
dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara
bertanggung. Kebebasan akademik merupakan implementasi bentuk dalam
dukungan akademik kepada mahasiswa. Keberadaan kelembagaan yang
bertanggungjawab atas program-program pendidikan kewirausahaan
merupakan salah satu pertimbangan penting bagi Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi untuk memberikan dukungan pada
perguruan tinggi yang bersangkutan (Wiratno 2012). Indikator
dukungan akademik menggunakan skala dari
yaitu: Mengetahui beberapa orang di kampus yang sukses
berwirausaha (memulai usaha mereka sendiri); Secara aktif mendorong seseorang
untuk mengeluarkan ide-ide mereka sendiri di kampus; Bertemu dengan banyak
orang di kampus, yang memiliki ide bagus untuk memulai usaha baru
(berwirausaha); ketersediaan dukungan infrastruktur yang baik untuk praktek
pendirian usaha baru.
Niat
Kewirausahaan (Entrepreneurial Intention)
Minat
berwirausaha dalam penelitian ini didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana
dalam pikiran mahasiswa Pascasarjana
STKIP Pembangunan Indonesia Makassar ada keinginan untuk menciptakan dan
menjalankan suatu usaha.
Dengan
gencarnya kegiatan pengembangan kewirausahaan di dunia pendidikan yang semula
memfokus pada tingkat perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusannya mampu
berwirausaha dan tidak menganggur, tetapi kini bahkan mencakup dunia pendidikan
yang lebih dini, citra kewirausahaan jauh lebih menonjol alih-alih wirausaha.
Minat merupakan wadah yang pengaruh berbagai
faktor-faktor motivasi yang mempengaruhi suatu perilaku. Minat juga dapat
menunjukkan seberapa keras seseorang berani mencoba, minat
menunjukkan seberapa besar keinginan yang direncanakan seseorang untuk
dilakukannya dan minat adalah paling dekat berhubungan dengan perilaku
selanjutnya .
Minat Berwirausaha
Secara deduktif dari hasil kajian referensi
menunjukkan bahwa sikap, perilaku dan minat kewirausahaan seorang mahasiswa
dipengaruhi oleh pertimbangan atas berbagai aspek mengenai pilihan karir
sebagai wirausahawan. Pertimbangan atas pilihan karir dapat berbeda-beda
tergantung pada persepsi tentang manfaat perilaku tersebut dan persepsi tentang
sikap kelompok referensi terhadap perilaku tersebut
(Ratnah
et al. 2018) dalam (Fishbein dalam Masri Singarimbun dan Sofian Effendi,
2005). Sementara itu, menurut (Rakib
2015) dalam Hisrich (2005: 18) dan Alma (2011: 12),
faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha adalah lingkungan pendidikan,
kepribadian seseorang dan lingkungan keluarga. Jadi, minat berwirausaha
dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk diri, budaya lingkungan, kondisi
sosial, dan lainnya Praktek kerja industri adalah bentuk penyediaan pendidikan
keahlian profesional, yang menggabungkan secara sistematis dan disinkronkan
antara program pendidikan di sekolah dan program eksploitasi yang diperoleh
melalui bekerja langsung dalam pekerjaan untuk mencapai tingkat keahlian
profesional. Di mana keahlian profesional seperti itu hanya dapat dibangun
melalui tiga elemen utama, yaitu sains, teknik, dan tip. Ilmu pengetahuan dan
teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan di mana pun kita berada,
sementara masalah tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikendalikan melalui
proses melakukan langsung untuk bekerja di bidang profesi itu sendiri.
METODE
Populasi
dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Pasca sarjana STKIP Pembangunan Indonesia Makassar mata kuliah kewirausahaan
semester genap tahun 2019/2020 yang berjumlah 45 orang.
Adapun
alasan pemilihan populasi adalah bahwa mahasiswa tersebut sudah mengikuti
matakuliah kewirausahaan. Selain itu mahasiswa Program Pasca sarjana kelas reguler, sebagian kecil belum bekerja secara tetap. Teknik sampling yang digunakan
adalah saturation sampling yaitu berusaha untuk mendapatkan data dari
seluruh anggota populasi yang ada. Data primer
diperoleh dengan menggunakan kuesioner, yang terbagi dalam 3 bagian: pendidikan
kewirausahaan, dukungan akademik dan niat kewirausahaan. Dalam pengukuran
variabel pendidikan kewirausahaan, responden diminta untuk menjawab 3 item
pernyataan terkait dengan pendidikan kewirausahaan yang pernah dijalaninya. Hipotesis penelitian akan diuji dengan menggunakan analisis
regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk
meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium),
bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi
(dinaik-turunkan nilainya) (Lestari and Wijaya 2012) dalam Sugiyono (2009). yang terdiri dari 4 item pernyataan, untuk
mengukur variabel niat kewirausahaan (entrepreneurial
intention), responden diminta menentukan tingkat keinginan
untuk mendirikan usaha sendiri setelah lulus dengan 3 item pernyataan yang
menunjukkan tingkat intensi mereka untuk berwirausaha. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, dilakukan uji
terhadap penyimpangan asumsi klasik yang meliputi: uji multikolinearitas, uji
normalitas dan uji heterokesdastisitas. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan
data terdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas dan
heteroskedastisitas. Setelah itu dilanjutkan dengan pengujian hipotesis dengan
menggunakan analisis regresi berganda. (Aryaningtyas
and Palupiningtyas 2017).
Beberapa hipotesis
yang akan diuji dalam penelitian
ini: Pendidikan kewirausahaan berpengaruh terhadap niat kewirausahaan
mahasiswa, dukungan akademik berpengaruh terhadap niat kewirausahaan
mahasiswa, pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik secara bersama-sama
berpengaruh terhadap niat kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini juga akan
melakukan uji terhadap penyimpangan asumsi klasik yaitu: uji normalitas, uji
multikolinearitas dan uji heterokesdastisitas.
PEMBAHASAN
Hasil Pengujian Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Untuk memastikan data yang diuji
terdistribusi dengan normal, maka dilakukan pengujian Normalitas. Adapun dalam
pengujian ini menggunakan atau berdasarkan diagram histogram.

Gambar 1 Uji
Normalitas
Dari
diagram histogram tersebut, dapat dilihat bahwa diagram membentuk kurva normal
dan sebagian besar bar/batang berada di bawah kurva. Maka dapat
disimpulkan bahwa variabel-variabel yang diuji terdistribusi secara normal di
dalam pengujian Normalitas.
Uji
Multikolinearitas
Pada Uji
Multikolinearitas ini, akan digunakan 2 pengujian yang berdasarkan Tabel Correlations
dan Tabel Coefficients, untuk menentukan ada atau tidaknya gejala
Multikolinearitas yang terjadi dari penelitian ini.
Tabel 1. Correlations
Correlations
Y
|
X1
|
X2
|
|||
Pearson
|
Y
|
1,000
|
-,400
|
-,193
|
|
Correlation
|
|||||
X1
|
-,400
|
1,000
|
-,183
|
||
X2
|
-,193
|
-,183
|
1,000
|
||
Sig.
(1-tailed)
|
Y
|
.
|
,000
|
,050
|
|
X1
|
,000
|
.
|
,059
|
||
X2
|
,050
|
,059
|
.
|
||
N
|
Y
|
74
|
74
|
74
|
|
X1
|
74
|
74
|
74
|
||
X2
|
74
|
74
|
74
|
Berdasarkan
tabel correlations tersebut, diketahui bahwa nilai correlation dari
variabel X1 = -0,183 dan nilai correlation (r) dari variabel X2 = -0,193, yang
nilai-nilai tersebut berdasarkan tabel representasi koefien korelasi, r
(X1) <
0,8 dan r (X2) <0,8. Dapat disimpulkan tidak terdeteksi adanya
gejala Multikolinearitas.
Tabel 2. Coefficient
Coefficientsa
Unstandardized
|
Standardized
|
|||||
Coefficients
|
Coefficients
|
|||||
Std.
|
||||||
Model
|
B
|
Error
|
Beta
|
t
|
Sig.
|
|
1
|
(Constant)
|
7,951
|
,788
|
10,090
|
,000
|
|
X1
|
-,461
|
,108
|
-,450
|
-4,258
|
,000
|
|
X2
|
-,298
|
,114
|
-,276
|
-2,607
|
,011
|
|
Berdasarkan
tabel coefficients tersebut dapat ditentukan bahwa nilai Standard
Error dari variabel X1 sebesar 0,108
dan nilai Standard Error dari variabel X2 sebesar
0,114. Karenga nilai Standard Error variabel X1 < 1 dan
nilai Standard Error variabel X2 < 1, maka
dapat disimpulkan bahwa tidak terdeteksi adanya gejala Multikolinearitas
yang terjadi.
Kesimpulannya,
dari 2 pengujian tersebut dapat dikatakan bahwa tidak terdapat masalah
Multikoliniearitas yang terjadi, dan dapat dikatakan Reliable, handal,
serta kebal terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada variabel lainnya di
dalam model regresi berganda.
Uji
Heteroskesdastisitas
Pada
pengujian Heteroskedastisitas menggunakan metode grafik Scatter Plot.

Gambar
2. Uji Heteroskesdastisitas
Berdasarkan
grafik tersebut, tidak adanya pola yang terbentuk, dan penyebaran titik-titik
menyebar di bagian atas dan bagian bawah pada titik sumbu Y. Dapat disimpulkan
tidak ada gangguan asumsi Heteroskedastisitas.
Hasil
Pengujian Hipotesis
Penelitian
ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Pengujian hipotesis pada
penelitian ini menggunakan program aplikasi SPSS 22.
Tabel 3. Model
Summary
Model Summaryb
Std. Error
|
|||||
R
|
Adjusted
|
of the
|
|||
Model
|
R
|
Square
|
R Square
|
Estimate
|
|
1
|
,781a
|
,609
|
,568
|
,13530
|
Berdasarkan
tabel Model Summary tersebut, menjelaskan besarnya nilai korelasi
/
hubungan (R) yaitu sebesar 0,781 dan dijelaskan besarnya
prosentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut
koefisien penentu (determinasi) yang merupakan hasil dari penguadratan R. Dari
output tersebut diperoleh koefisien penentu (R2) sebesar 0,609 atau 60,9%. yang
mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel pengaruh pendidikan kewiraushaan
(X1) dan
dukungan akademik (X2) terhadap variabel niat kewirausahaan mahasiswa (Y) adalah
sebesar 86,47%, sisanya adalah faktor-faktor yang belum diteliti.
Selanjutnya
untuk mengetahui berpengaruh tidaknya variabel indepen terhadap dependen di
representasikan pada tabel Anova.
Tabel 4. Anova
ANOVAa
Sum
of
|
Mean
|
||||||
Model
|
Squares
|
df
|
Square
|
F
|
Sig.
|
||
1
|
Regression
|
1,885
|
7
|
,269
|
14,708
|
,000b
|
|
Residual
|
1,208
|
66
|
,018
|
||||
Total
|
3,093
|
73
|
|||||
Berdasarkan
tabel Anova nilai sig. tertera sebesar 0,000 dapat disimpulkan bahwa
variabel X1 dan X2 berpengaruh secara bersamaan terhadap Y. Hal ini dengan
mengikuti taraf sig. 0,05 sebagai nilai cut off dari nilai signifikansi.
Analisis Pengaruh Pendidikan
Kewirausahaan dan Dukungan Akademik Terhadap Niat Kewirausahaan Mahasiswa
Hasil dari
pengujian ini menunjukkan bahwa, pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik
berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat kewirausahaan mahasiswa secara
parsial maupun secara simultan. Hasil ini memiliki implikasi praktis dengan
temuan bahwa pendidikan kewirausahaan merupakan variabel yang berguna di
Indonesia. Lembaga pendidikan di Indonesia dapat mempertimbangkan pendidikan kewirausahaan sebagai
pembelajaran untuk mendidik dan
memberikan kemampuan berwirausaha kepada para lulusan dan dapat memberikan
motivasi untuk berani memilih berwirausaha sebagai karir nantinya. Hasil
pengujian ini juga memperkuat pentingnya dukungan bagi mahasiswa di lingkungan
perguruan tinggi.
Dukungan
akademik yang tinggi dapat menumbuhkan motivasi berwirausaha yang efektif di
kalangan mahasiswa, sehingga diharapkan dapat mendorong munculnya lulusan yang
berani untuk memilih karir sebagai wirausaha dan dapat memecahkan permasalahan
ketenagakerjaan di Indonesia.
PENUTUP
Berdasarkan
hasil analisis dan pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa pendidikan
kewirausahaan dan dukungan akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap
niat kewirausahaan mahasiswa secara parsial maupun secara simultan. Hasil ini
memiliki implikasi praktis dengan temuan bahwa pendidikan kewirausahaan
merupakan variabel yang berguna di Indonesia. Hasil penelitian ini juga
memperkuat pentingnya dukungan bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Dukungan akademik yang tinggi dapat menumbuhkan motivasi berwirausaha yang
efektif di kalangan mahasiswa sehingga diharapkan dapat mendorong munculnya
lulusan yang memilih untuk berkarir sebagai wirausaha dan dalam jangka panjang
diharapkan akan dapat memecahkan permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.
Penelitian ini masih memiliki kelemahan
karena adanya beberapa keterbatasan, antara lain karena penelitian ini hanya
dilakukan pada lokasi penelitian yang terbatas. Oleh karena itu ada beberapa
pengembangan yang dapat dilakukan dalam penelitian-penelitian selanjutnya
antara lain masih perlu dilakukan penelitian pada aspek yang sama pada sampel
yang berbeda untuk mengetahui konsistensi hasil penelitian ini. Selain itu
dapat dilakukan uji ulang penelitian ini dengan menambahkan variabel-variabel
lain yang berpengaruh dan belum digunakan dalam penelitian ini atau dengan
menggunakan metode yang berbeda untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan
hasil yang lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Alyas and Muhammad
Rakib -. 2017. “Strategi
Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah Dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan (Studi
Kasus Pada Usaha Roti Maros Di Kabupaten Maros).” Sosiohumaniora
19(2):114–20.
Aryaningtyas, Aurilia Triani, and
Dyah Palupiningtyas. 2017. “Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Dan Dukungan
Akademik Terhadap Niat Kewirausahaan Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa STIEPARI
Semarang).” Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis 18(2):140.
Lestari, Retno, and Trisnadi Wijaya.
2012. “Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa
Di STIE MDP, STMIK MDP, Dan STIE MUSI.” Forum Bisnis Dan Kewirausahaan
Jurnal Ilmiah STIE MDP 1(2):112–19.
Rakib, Mohammad. 2016.
“Entrepreneurship Education Development In Dealing Asean Economic Community.” Proceedings
of ICMSTEA 2016 (October):280–85.
Rakib, Muhammad. 2015. “Effect of
Industrial Work Practice and Family Environment on Interest in Entrepreneurship
to Students of Vocational High School.” Journal of Education and Vocational
Research 6(4):31–37.
Ratnah, S., Amiruddin Tawe, Abdi
Akbar, and Muhammad Rakib. 2018. “The Effect of Entrepreneurial Learning on
Business Performance : A Study on Micro , Small and Medium Precious Metal Craft
Enterprises in South Sulawesi.” 20(1):60–65.
Santosa, Imam, and Universitas
Jenderal Soedirman. 2014. “Masalah Dan Tantangan Pengembangan.” 3(3).
Suharti, Lieli. n.d. “Faktor-Faktor
Yang Berpengaruh Terhadap Niat Kewirausahaan ( Entrepreneurial Intention ) (
Studi Terhadap Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana , Salatiga ).”
Wiratno, Siswo. 2012. “Pelaksanaan
Pendidikan Kewirausahaan Di Pendidikan Tinggi.” Jurnal Pendidikan Dan
Kebudayaan 18(4):454.
Yunus, Muchtar, and Muhammad Rakib.
2016. “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Pada Mata Pelajaran
Ekonomi.” Jurnal Penelitian Pendidikan INSANI 19(2):108–13.
Zainal, Henni, Muhammad Guntur,
Muhammad Rakib, and Syurwana Farwita. 2018. “Human Resource Development
Strategy Through Education and Training.” 3(3):26–30.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar